Sudah lama laman ini tidak disisipi tulisan baru.
Entah mengapa, akhir-akhir ini jemariku kelu. Terlalu banyak berkutat dengan tugas kuliah yang menuntut banyak tulisan ilmiah, dan liburan pergantian semester yang menyenangkan, membuatku sedikit terlena dan mengabaikan papan tulis merah muda ini.
Lucu. Terakhir kali menyisipkan sesuatu, aku menitipkan pesan untuk umur 19-ku. Waktu demi waktu berlalu, kini aku hendak menginjak kepala dua, dengan bekal masih seadanya. Poin di daftar mimpiku memang hanya beberapa yang berhasil dicoret, namun Tuhan sungguh humoris. Aku diberikan banyak kesempatan, pilihan, dan keberkahan yang luar biasa di usiaku yang nyaris 'tua' ini. Berkali aku tersandung batu pilihan yang memaksaku untuk berhenti sejenak, memeriksa, mengamati, dan mengambil keputusan jalan mana yang harus kuambil di langkah selanjutnya.
Hingga kini aku ada disini. Hatiku tak sekuat dulu, memang. Ada beberapa luka yang menganga dan basah. Namun, jiwaku secerah sinar mentari, lariku bak kuda terkena cemeti, mimpiku semakin terlihat jelas di ujung jalan, kanan-kiriku ada bunga dan kupu-kupu yang menjadi candu. Aku hadir kembali dengan cerita yang berbeda dan siap membagikannya pada dunia.
Selamat malam, Yogyakarta.
Dari tubuh yang lemah terjangkit flu tulang.
Friday, March 14, 2014
Wednesday, June 19, 2013
Selamat Umur Berkah
19 adalah angka yang indah. Iya, indah saja, tidak beralasan. Semua orang boleh berpendapat, bukan?
19 adalah angka yang tidak sedikit. Membutuhkan dua goresan pena setidaknya, dengan tikungan curam untuk membuatnya.
19 adalah angka yang berkah. 100 tidak akan sempurna jika hanya 81.
19 adalah angka yang berat. Setidaknya satu tahap lagi menuju angka kepala dua.
19 adalah angka yang populer dalam sejarah. Untuk nominal tahun, seperti 19--.
19 adalah angka yang visioner. Pemiliknya cenderung memandang jauh ke depan, melihat keberadaan kesempatan dan asa di setiap sela.
19 adalah angka kelahiran penyanyi dan musisi ternama Amerika, Paula Abdul, Ann Wilson, dan Larry Dunn.
19 yang ke 19 ini menjadikannya dua kali lipat.
Kebahagiaan, pencapaian, mimpi, semangat. Semuanya dua kali lipat, seperti 19 yang kupunya.
Terimakasih, Allah SWT. Ingatkan aku jika kepalaku terlalu condong ke atas, seimbangkan aku dengan kasih-Mu..
Terimakasih, Ayah & Ibu. Man & Woman of Steel di hidupku, membuatku tegak berdiri hingga detik ini.
Terimakasih, Banjarnegara.
19 adalah angka yang tidak sedikit. Membutuhkan dua goresan pena setidaknya, dengan tikungan curam untuk membuatnya.
19 adalah angka yang berkah. 100 tidak akan sempurna jika hanya 81.
19 adalah angka yang berat. Setidaknya satu tahap lagi menuju angka kepala dua.
19 adalah angka yang populer dalam sejarah. Untuk nominal tahun, seperti 19--.
19 adalah angka yang visioner. Pemiliknya cenderung memandang jauh ke depan, melihat keberadaan kesempatan dan asa di setiap sela.
19 adalah angka kelahiran penyanyi dan musisi ternama Amerika, Paula Abdul, Ann Wilson, dan Larry Dunn.
19 yang ke 19 ini menjadikannya dua kali lipat.
Kebahagiaan, pencapaian, mimpi, semangat. Semuanya dua kali lipat, seperti 19 yang kupunya.
Terimakasih, Allah SWT. Ingatkan aku jika kepalaku terlalu condong ke atas, seimbangkan aku dengan kasih-Mu..
Terimakasih, Ayah & Ibu. Man & Woman of Steel di hidupku, membuatku tegak berdiri hingga detik ini.
Terimakasih, Banjarnegara.
Thursday, May 9, 2013
Kegamangan Mahasiswa
Mata pisau itu semakin tajam.
Hela nafas itu menderu semakin kritis.
Ada yang harus dikeluarkan.
Tekanan itu semakin kuat.
Nurani tak lagi berjalan beriringan.
Ada yang harus disalahkan.
Mahasiswa, sang otot polos dalam diafragma kehidupan.
Menompang nafas kehidupan selamanya, berjalan mengikuti arus.
Mengenai keinginan, keadaan, dan kondisi tubuh.
Menyeimbangkan fakta, realita, dan opini publik.
Birokrasi, sahabat mahasiswa.
Birokrasi yang salah, musuh besar mahasiswa.
Pemerintahan, masa depan mahasiswa.
Pemerintahan rezim buruk, belati mimpi-mimpi mahasiswa.
Jangan main-main dengan mahasiswa.
Karena nyatanya mahasiswa saat ini kerjanya hanya main-main.
Memainkan diri sendiri untuk dipermainkan.
Jangan main-main dengan mahasiswa.
Karena mempermainkan mahasiswa sama saja dengan memainkan lakon generasi selanjutnya.
Yang mungkin tidak akan menjadi lebih baik dari saat ini dan seterusnya.
Akan terulangkah rezim otoriter yang tergulung seruan mahasiswa?
Kita lihat saja permainan mahasiswa.
Cukup 'maha' kah kekuatannya.
Sekuat titel yang ada di namanya.
Hela nafas itu menderu semakin kritis.
Ada yang harus dikeluarkan.
Tekanan itu semakin kuat.
Nurani tak lagi berjalan beriringan.
Ada yang harus disalahkan.
Mahasiswa, sang otot polos dalam diafragma kehidupan.
Menompang nafas kehidupan selamanya, berjalan mengikuti arus.
Mengenai keinginan, keadaan, dan kondisi tubuh.
Menyeimbangkan fakta, realita, dan opini publik.
Birokrasi, sahabat mahasiswa.
Birokrasi yang salah, musuh besar mahasiswa.
Pemerintahan, masa depan mahasiswa.
Pemerintahan rezim buruk, belati mimpi-mimpi mahasiswa.
Jangan main-main dengan mahasiswa.
Karena nyatanya mahasiswa saat ini kerjanya hanya main-main.
Memainkan diri sendiri untuk dipermainkan.
Jangan main-main dengan mahasiswa.
Karena mempermainkan mahasiswa sama saja dengan memainkan lakon generasi selanjutnya.
Yang mungkin tidak akan menjadi lebih baik dari saat ini dan seterusnya.
Akan terulangkah rezim otoriter yang tergulung seruan mahasiswa?
Kita lihat saja permainan mahasiswa.
Cukup 'maha' kah kekuatannya.
Sekuat titel yang ada di namanya.
Yogyakarta, sesaat sebelum senja.
Subscribe to:
Posts (Atom)